Ring, yang dimiliki Amazon, kini berada di ujung tanduk dengan gugatan class action yang diajukan di AS terkait fitur ‘Familiar Faces’ yang memanfaatkan AI untuk mengenali wajah orang yang datang ke pintu rumah.
Gugatan ini diajukan oleh seorang warga Virginia yang menuduh Ring mengumpulkan dan menyimpan informasi biometrik tanpa izin ketika dia berkunjung ke rumah teman dan kerabatnya.
Keluhan tersebut menyebutkan bahwa teknologi ini dapat mengumpulkan dan menyimpan biometrik wajah dari setiap orang yang berada dalam jangkauan kamera, tanpa memandang apakah mereka berada di rumah tersebut atau tidak.
Ring Dituntut karena Mengumpulkan dan Menyimpan Biometrik Wajah
Charles Sigwalt, pemohon yang berada di balik keluhan class action ini, mengungkapkan bahwa sistem Ring dapat menciptakan dan menyimpan apa yang disebut ‘faceprints’ dari siapa pun yang terjangkau oleh kamera yang mendukung fitur ini.
Gugatan tersebut menuntut kerugian minimal sebesar $5 juta, namun jumlah ini bisa meningkat jika kelompok yang lebih besar dari individu yang terkena dampak disetujui.
Perlu dicatat, ‘Familiar Faces’ hanya diizinkan digunakan di beberapa negara bagian – Illinois, Texas, dan Portland, Oregon memiliki regulasi privasi biometrik yang lebih ketat.
Ini bukan pertama kalinya perusahaan yang dimiliki Amazon ini menghadapi masalah besar. Di tahun 2023, mereka harus membayar penyelesaian sebesar $5,8 juta kepada FTC akibat tuduhan akses karyawan terhadap video pelanggan.
Tidak hanya itu, mereka juga baru-baru ini mendapat kritik atas iklan layanan yang ditampilkan saat Super Bowl, yang menggunakan jaringan kamera mereka untuk membantu menemukan anjing yang hilang – kritik menyatakan bahwa ini berpotensi untuk pengawasan lingkungan sekitar.
Dalam keluhan tersebut, penggugat menegaskan bahwa Ring telah menciptakan “kegagalan privasi yang mendalam bagi jutaan orang yang kini sedang dipantau oleh Amazon.”
Situasi ini menjadi perhatian banyak orang tentang bagaimana teknologi dapat menembus privasi pribadi dengan mudah. Apakah kita sudah siap dengan risiko yang datang bersama kenyamanan teknologi canggih? Beberapa orang mungkin merasa bahwa fasilitas seperti Ring memudahkan hidup, sementara yang lain merasa bahwa pengawasan konstan ini justru mengganggu privasi mereka.
Semuanya menjadi semakin rumit ketika pemikiran tentang keamanan dan privasi saling bertabrakan. Di satu sisi, teknologi seperti ini menjanjikan keamanan tambahan bagi rumah kita, namun di sisi lain, ada pertanyaan besar tentang siapa yang mengawasi dan apa yang dilakukan dengan data yang dikumpulkan.
Banyak yang berharap agar isu ini bisa menjadi titik tolak untuk dialog lebih luas tentang privasi dan regulasi teknologi, sehingga semua pihak bisa merasa nyaman dan aman dengan kemajuan teknologi yang terus berlangsung.



