Jika sepatu modern pas, yuk jalan-jalan! Any Young Mechanic udah siap melakukan perjalanan seru ini.
Band folk alternatif/indie asal Australia yang berbasis di Tarntanya/Adelaide ini sedang jauh dari rumah, menyelesaikan tur keliling Inggris dan Eropa. Mereka telah menggelar tiga penampilan yang mendapat sambutan hangat di The Great Escape di Brighton, sebuah acara penggalangan dana untuk War Child di Shacklewell Arms, London, dan sekarang siap untuk menjajal panggung festival musim panas di benua tersebut.
Tur pan-Eropa ini mendukung album debut mereka yang menuai pujian, The Modern Shoe Is Ruining The Foot, yang dirilis pada Jumat lalu, 5 Juni, melalui Warner Records / 23 Recordings. Album ini menemukan tempatnya sendiri di tengah dunia musik pop, rock, dan hip-hop yang serba cepat.
Modern Shoe adalah kejutan. Dengan nuansa santai yang kental, dibalut semangat Celtic, musiknya menyajikan rock yang dipadukan dengan alat musik folk. Berisi lagu-lagu yang sudah dirilis sebelumnya seperti “Captain And Compass,” “Pretty Strange World,” “My House Divides,” “There’s A New Place On The Market,” dan “Snug Barber,” Modern Shoe adalah koleksi hidup yang sepertinya tidak mungkin datang dari Australia di tahun 2026.
Anggota Any Young Mechanic — Sam Wilson (vokal, gitar), Luka Kilgariff (gitar listrik, banjo), Allan McBean (bass), Jay Eliot Mee (drum), dan Thea Martin (biola) — terlihat sangat ceria saat berbincang-bincang dengan Billboard, menjelang penampilan mereka pada 6 Juni di We Love Green di Paris.
“Kami semua sangat bersemangat,” ungkap McBean. “Tur ini berjalan sangat baik. Kami suka tampil di atas panggung.”
Nampaknya itu terlihat. Penampilan live mereka sudah menjelajahi Australia dan Eropa, bahkan tahun lalu, Any Young Mechanic berhasil tampil di Reading dan Leeds Festival di Inggris tanpa ada musik yang dirilis sebelumnya.
Peluncuran Modern Shoe telah menciptakan kebebasan yang luar biasa dan mendapat sambutan hangat dari kritikus.
Mereka mendapatkan dukungan dari BBC 6 Music, BBC Radio 2, Radio X, triple j, Double J, dan FBi Radio. Banyak media juga memberi pujian, termasuk The Independent, CLASH, Rolling Stone U.K., The Line of Best Fit, DIY, Wonderland, dan Atwood Magazine. NME bahkan menyebut band ini sebagai salah satu act terbaik di The Great Escape 2026, sementara Far Out Magazine menempatkan Modern Shoe di posisi teratas dalam daftar album debut yang paling ditunggu tahun ini. Mantan direktur musik triple j, Richard Kingsmill, juga memprediksi masa depan gemilang bagi mereka.
“Bayangkan kamu sudah berjalan dengan beban berat selama bertahun-tahun,” kata Kilgariff dengan nada humoris saat menjelaskan perasaan mereka tentang rilis ini. “Pikirkan tentang ransel yang mungkin beratnya 50 kg. Walaupun kamu sudah terbiasa membawanya dan tubuhmu beradaptasi, ketika akhirnya kamu bisa melepas ransel itu, rasanya seperti kamu bisa terbang. Beberapa waktu kamu terpaksa terbebani, dan begitu bisa lepas, kamu akan merasa bisa melompat dan menerbangkan diri. Begitulah rasanya merilis The Modern Shoe Is Ruining The Foot.”
Dengan semangat baru, Any Young Mechanic akan tampil di berbagai festival di Ceko (Rock For People), Belanda (Best Kept Secret), Kroasia (In Music Festival), dan lokasi lainnya di hari-hari mendatang. “Semoga kami bisa tampil lagi di belahan bumi ini,” kata Martin. “Kami juga berharap bisa kembali ke Australia dan tampil di beberapa festival akhir tahun ini. Kami punya musik baru yang akan dirilis setelah album,” tambah mereka secara samar. Rencana itu masih dirahasiakan, tapi “kami sangat bersemangat untuk itu.”
Jangan lewatkan untuk streaming The Modern Shoe Is Ruining The Foot di bawah ini.




