Beranda Movie Ulasan Para Perasuk (Levitating): Menyelami Keajaiban Budaya Kesurupan yang Menawan!
Movie

Ulasan Para Perasuk (Levitating): Menyelami Keajaiban Budaya Kesurupan yang Menawan!

Bagikan
Ulasan Para Perasuk (Levitating): Menyelami Keajaiban Budaya Kesurupan yang Menawan!
Bagikan

Layar.id – Film *Para Perasuk* adalah sajian terbaru dari Wregas Bhanutedja, yang sepertinya belum pernah tampak begitu “Wregas” sebelumnya. Setelah karya-karya sebelumnya seperti *Lemantun*, *Prenjak*, dan *Budi Pekerti*, film ini benar-benar menggali pengalaman personal yang dipadukan dengan budaya tradisional yang mulai langka, seperti jatilan dan praktik kerasukan. Yuk, kita bahas lebih dalam tentang *Para Perasuk* (Levitating) ini!

Sejak awal, premis *Para Perasuk* sudah bikin penonton penasaran. Film ini bukan hanya main di elemen supernatural, tetapi juga mengangkat tema-tema seperti ego, trauma, hubungan keluarga, serta luka-luka masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh. Cerita yang disampaikan terkesan ganjil, intens, dan kadang-kadang bikin kita terjaga.

Datang ke bagian cerita yang paling menarik, kita sampai di babak ketiga. Di sinilah semuanya mulai terbuka. Ternyata, film ini bukan semata tentang kerasukan, tetapi menggali egoisme dalam keluarga, hubungan antar saudara, dan warisan luka yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Wregas benar-benar menambahkan banyak lapisan emosional di sini. Kita melihat interaksi orang tua dan anak, konflik antara kakak dan adik, bahkan bagaimana kekuasaan beroperasi dalam komunitas desa. Semua itu dikemas dengan sangat halus, melalui perkembangan karakter Bayu dan Laksmi yang menjadi pusat cerita ini.

Baca juga  5 Build Penyembuh D&D yang Dijamin Selalu Selamatkan Tim!

Bayu, yang bercita-cita menjadi perasuk utama di desanya, bertemu Laksmi yang hadir sebagai pengingat bahwa konflik terbesar tidak selalu datang dari yang tak terlihat, tetapi sering kali adalah ego yang sulit kendalikan. Di momen ini, film ini menunjukkan dengan sangat efektif bahwa trauma bisa memicu keinginan untuk menguasai atau dipahami dengan cara yang sepihak.

Salah satu kekuatan terkuat dari *Para Perasuk* ada pada para pemainnya. Dengan banyaknya karakter yang terlibat dan sebagian besar dalam kondisi kerasukan, para aktor harus tampil meyakinkan tanpa terjebak dalam overacting. Film ini berhasil menjaga keseimbangan itu dengan baik.

Bryan Domani dan Chicco Kurniawan berani keluar dari zona nyaman mereka. Anggun, yang hadir di film ini, juga mengejutkan dengan penampilannya yang mencuri perhatian di momen-momen penting. Ini adalah langkah menarik untuk menunjukkan bakat aktingnya setelah dikenal sebagai penyanyi.

Angga Yunanda sebagai Bayu pun memberikan energi yang tepat untuk seorang karakter yang penuh beban batin. Di sini, ia terlihat lebih lepas dan alami dibandingkan dengan beberapa peran sebelumnya. Sementara itu, Maudy Ayunda sebagai Laksmi menunjukkan sisi yang lebih dingin, tetapi tetap menyimpan lapisan emosi yang menarik untuk disimak.

Baca juga  Kekhawatiran: Bos Baru Star Wars Dinilai Tak Paham Karakter Darth Vader (& Ini Buktinya)

Secara visual, Wregas kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam memadukan dunia nyata dan spiritual dengan gaya yang kuat. Adegan-adegan kerasukan dibuat tidak hanya menyeramkan, tetapi juga menarik secara visual. Menariknya, meski film ini membawa banyak ambiguitas, penonton yang tidak akrab dengan konteks budaya yang diangkat tetap bisa memahami apa yang terjadi. Wregas tampaknya ingin menciptakan film yang bukan hanya indah, tetapi juga dapat dimengerti.

Namun, ada kalanya film ini terasa lebih fokus membangun suasana daripada mengikat emosi penonton dengan kuat. Beberapa tema yang diangkat memang terasa kuat, tetapi tidak semuanya mendapat porsi yang seimbang. Akibatnya, ada momen di mana film ini tampak lebih terfokus pada ide besarnya ketimbang keintiman emosional yang berkelanjutan.

Kesimpulan

*Para Perasuk* adalah film yang ambisius, indah, dan kaya dengan lapisan makna. Wregas Bhanutedja sekali lagi membuktikan bahwa ia bukan sutradara yang puas dengan cerita biasa. Dia mengolah budaya, trauma, dan relasi keluarga menjadi satu pengalaman sinematik yang mendalam.

Baca juga  12 Kematian Karakter MCU yang Tak Terduga, Ini Urutan yang Bikin Terkejut!

Namun, dengan ambisi sebesar itu, terkadang film ini terasa padat dan sedikit sulit untuk dicerna. Tidak semua simbol bisa langsung dipahami, yang bisa jadi kekuatan sekaligus kelemahan bagi film ini.

Walaupun begitu, *Para Perasuk* layak diapresiasi sebagai salah satu karya Wregas yang paling menarik, baik secara visual maupun tematik. Ini bukan film yang nyaman, tetapi justru di situlah letak daya tariknya. Skor Review untuk *Para Perasuk* (Levitating) adalah 8/10.

Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
"Salmokji: Whispering Water" Pecahkan Rekor Sebagai Film Horor Korea Pertama Dalam 23 Tahun yang Raih 3 Juta Penonton!
Movie

“Salmokji: Whispering Water” Pecahkan Rekor Sebagai Film Horor Korea Pertama Dalam 23 Tahun yang Raih 3 Juta Penonton!

Film "Salmokji: Whispering Water" sepertinya sedang menuju rekor sebagai film horor Korea...

Aksi Epic Jason Statham Selama 138 Menit Ini Resmi Mengguncang Platform Streaming di Seluruh Dunia!
Movie

Aksi Epic Jason Statham Selama 138 Menit Ini Resmi Mengguncang Platform Streaming di Seluruh Dunia!

Awal Tahun yang Menantang untuk Jason Statham di 2026 Jason Statham memasuki...

5 Hal yang Masih Bikin Bingung Tentang KPop Demon Hunters!
Movie

5 Hal yang Masih Bikin Bingung Tentang KPop Demon Hunters!

KPop Demon Hunters sudah resmi jadi film terpopuler di Netflix, dan popularitasnya...

Ulasan Dilan ITB 1997: Film Kejutan Ini Bikin Nostalgia yang Super Nyaman!
Movie

Ulasan Dilan ITB 1997: Film Kejutan Ini Bikin Nostalgia yang Super Nyaman!

Layar.id – Sekilas, Dilan ITB 1997 terkesan seperti melanjutkan cerita yang aman...