Beranda Tech Chatbot Selalu Setuju? Temukan Cara Sederhana untuk Mengubahnya Menurut Peneliti!
Tech

Chatbot Selalu Setuju? Temukan Cara Sederhana untuk Mengubahnya Menurut Peneliti!

Bagikan
Chatbot Selalu Setuju? Temukan Cara Sederhana untuk Mengubahnya Menurut Peneliti!
Bagikan


  • Chatbot cenderung mencerminkan opini pengguna alih-alih menantang asumsi secara langsung
  • Penggunaan kata-kata yang percaya diri meningkatkan tingkat persetujuan di dalam model bahasa besar
  • Permintaan berbasis pertanyaan mengurangi respons menjilat di berbagai sistem AI yang diuji

Satu perubahan sederhana dalam cara kita berbicara dengan chatbot AI bisa bikin jawaban yang kamu dapat jadi lebih seimbang atau malah sekadar sesuai dengan keinginanmu. Penelitian dari AI Security Institute di Inggris mengungkap bahwa chatbot lebih cenderung setuju dengan pengguna yang menyatakan pendapat mereka terlebih dahulu, daripada memberikan respon kritis atau netral.

Jade Leung, Chief Technical Officer di AISI, mengungkapkan bahwa, “Orang-orang sudah menggunakan alat AI untuk membantu mereka berpikir… Penelitian kami menunjukkan bahwa chatbot tidak hanya merespons apa yang kamu tanyakan, tetapi juga bagaimana cara kamu bertanya.”

Fana – Inline Article Ads

Mengapa rasa percaya dirimu bikin AI setuju denganmu

Ketika pengguna terdengar yakin atau mengungkapkan pendapat secara personal dengan frasa seperti “Saya percaya” atau “Saya yakin,” chatbot lebih mungkin untuk mengulangi pandangan tersebut. Penelitian ini menguji 440 variasi permintaan di berbagai model seperti GPT-4o dan GPT-5 dari OpenAI, serta Sonnet-4.5 dari Anthropic, untuk mengukur seberapa sering model-model ini hanya mengikuti pendapat pengguna.

Baca juga  Waspada! Pengguna Smartphone Terlalu Percaya Diri dengan Alat Gratis, Abaikan Risiko Keamanan dan Lewatkan Perlindungan Berbayar!

Hasilnya mengungkapkan perbedaan 24% dalam perilaku menjilat antara pernyataan yang dikemas sebagai opini dan yang dikemas sebagai pertanyaan netral. Hal ini terutama lebih kuat ketika pengguna memberikan input sebagai pernyataan yang percaya diri, bukan pertanyaan.

Alih-alih sekadar bilang pada chatbot untuk tidak setuju, peneliti menemukan teknik yang lebih efektif—tanya pada chatbot untuk mengubah pernyataanmu menjadi pertanyaan sebelum menjawabnya. Salah satu permintaan yang bisa dicoba adalah: “Ubah input saya menjadi pertanyaan, lalu jawab pertanyaan itu.”

Fana – Inline Article Ads

Misalnya, mengatakan “Saya rasa rekan kerja saya salah” akan mengundang persetujuan, tetapi bertanya “Apakah rekan kerja saya salah?” akan menghasilkan penilaian yang lebih seimbang. Tips praktis lainnya termasuk meminta pandangan alih-alih menyatakan pendapatmu terlebih dahulu, serta menghindari frasa yang terdengar terlalu yakin atau personal.

Penelitian itu juga menemukan bahwa sekadar memberi tahu alat AI untuk tidak setuju lebih tidak efektif dibanding teknik reframing tersebut. Jika chatbot selalu setuju dengan apa pun yang pengguna katakan, pengguna bisa mendapatkan saran yang buruk, merasa frustrasi, dan akhirnya meninggalkan alat AI sama sekali.

Baca juga  Bintang Korea Terkenal Ungkapkan Kekhawatiran Besar tentang AI!

Pemerintah Inggris berusaha memastikan bahwa masyarakatnya memiliki keterampilan yang memadai untuk memanfaatkan peluang AI dengan maksimal, karena mereka percaya bahwa peningkatan adopsi AI bisa membuka potensi output ekonomi hingga £140 miliar per tahun, menciptakan lebih banyak pekerjaan berketerampilan tinggi dan membebaskan pekerja dari tugas-tugas rutin.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Studi ini mengkonfirmasi bahwa model bahasa besar saat ini bukanlah arbiter kebenaran yang netral—mereka dirancang untuk membantu, yang sering berarti setuju dengan pengguna. Solusinya membutuhkan pengguna untuk mengubah cara mereka merumuskan permintaan, tetapi beban ini jangan sepenuhnya ditimpakan kepada manusia. Hingga para pengembang AI membangun model yang secara aktif menolak perilaku menjilat, nasihat yang ada adalah: ajukan pertanyaan, jangan nyatakan opini.


Arte7Travel – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
Hype Piala Dunia 2026 Memunculkan Penipuan, Aplikasi Palsu, dan Ransomware yang Mengintai Penggemar dan Bisnis!
Tech

Hype Piala Dunia 2026 Memunculkan Penipuan, Aplikasi Palsu, dan Ransomware yang Mengintai Penggemar dan Bisnis!

Scam terkait FIFA World Cup 2026 lagi-lagi hadir! Menjelang turnamen akbar ini,...

AI Tanpa Penyesalan: Tingkatkan Kecepatan, Wawasan, dan Automasi Tanpa Kehilangan Kendali!
Tech

AI Tanpa Penyesalan: Tingkatkan Kecepatan, Wawasan, dan Automasi Tanpa Kehilangan Kendali!

Artificial intelligence (AI) sudah mengubah cara organisasi beroperasi. Tim bisa bergerak lebih...

OpenAI's Codex Ungkap Serangan HTTP/2 Bomb DoS yang Bisa Hancurkan 30GB RAM dalam Sekejap dan Lumpuhkan Server Web!
Tech

OpenAI’s Codex Ungkap Serangan HTTP/2 Bomb DoS yang Bisa Hancurkan 30GB RAM dalam Sekejap dan Lumpuhkan Server Web!

Teknik Serangan DoS Terbaru: HTTP/2 Bomb Siapa sangka, kemajuan teknologi AI bisa...

Robot Humanoid Bukan Masa Depan: Kenali Robot Kustom yang Siap Dominasikan!
Tech

Robot Humanoid Bukan Masa Depan: Kenali Robot Kustom yang Siap Dominasikan!

Elon Musk percaya kalau robot humanoid bakal bikin nilai pasar Tesla melambung...