Beranda News Malaysia Tingkatkan Penggunaan Biodiesel demi Mengatasi Dampak Konflik Timur Tengah!
News

Malaysia Tingkatkan Penggunaan Biodiesel demi Mengatasi Dampak Konflik Timur Tengah!

Bagikan
Malaysia Tingkatkan Penggunaan Biodiesel demi Mengatasi Dampak Konflik Timur Tengah!
Bagikan

[KUALA LUMPUR] Malaysia baru saja mengumumkan langkah penting untuk meningkatkan penggunaan biodiesel, di tengah tantangan pasokan bahan bakar yang semakin ketat akibat krisis di Timur Tengah. Di bawah tekanan ekonomi yang meningkat, pemerintah setempat berencana untuk menaikkan mandat biodiesel dari 10 persen (B10) menjadi 15 persen.

Ekonomi Menteri Akmal Nasir mengungkapkan dalam sebuah siaran langsung bahwa tahap awal akan dimulai dengan campuran 12 persen tanpa biaya produksi tambahan, menggunakan pabrik pencampur biodiesel yang sudah ada. Namun, beliau tidak merinci sektor apa saja yang akan menerapkan mandat biodiesel ini.

Malaysia, yang merupakan penghasil minyak sawit terbesar kedua di dunia, saat ini menerapkan mandat B10 untuk sektor transportasi. Namun, mandat 20 persen sudah berlaku di wilayah federal Labuan, Pulau Langkawi, dan negara bagian Sarawak, kecuali kota Bintulu.

Akmal percaya bahwa penggunaan biodiesel akan memperpanjang ketersediaan pasokan diesel di negara ini. Namun, ia juga memperingatkan akan adanya risiko signifikan terhadap pasar tenaga kerja di Malaysia pada kuartal kedua, dengan tekanan yang diperkirakan akan meningkat di sektor lapangan kerja dan pendapatan.

Baca juga  Saham Thailand Unggul di Tengah Volatilitas, Analis Peringatkan Investasi Pasif Asean Justru Merugikan!

Diperkirakan, harga pakan ternak domestik akan naik sekitar 8 persen, sementara biaya pupuk diperkirakan melonjak antara 15 hingga 20 persen. Akmal menambahkan bahwa kenaikan biaya produksi ini dapat berujung pada harga konsumen yang lebih tinggi.

Sektor penerbangan dan pariwisata Malaysia pun sudah merasakan dampak dari perang di Iran, dengan proyeksi hanya 1,5 juta penumpang udara dari Timur Tengah di tahun 2026. Ini adalah sinyal bahwa semua sektor penting berada di bawah tekanan.

Fana – Inline Article Ads

Pemerintah Malaysia pun meningkatkan pengeluarannya untuk menjaga subsidi agar harga bahan bakar tetap rendah di pompa, meskipun biaya energi global mengalami lonjakan. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa mereka akan menghabiskan RM7 miliar (sekitar S$2,3 miliar) untuk subsidi pada bulan April ini.

Selain itu, kementerian juga mengumumkan peningkatan insentif tunai bagi petani padi dan bantuan tunai tambahan untuk pembelian diesel untuk keperluan pertanian dan kendaraan yang memenuhi syarat. Ini adalah langkah strategis untuk membantu mereka yang terpengaruh oleh lonjakan biaya energi dan untuk menjaga sektor pertanian tetap bertahan di tengah krisis ini.

Baca juga  Hanoi Kembali Pertimbangkan Larangan Motor Bensin karena Masalah Infrastruktur!

Dengan langkah-langkah ini, Malaysia berusaha menghadapi tantangan ekonomi global yang kompleks dan beradaptasi dengan situasi yang terus berubah. Langkah ini diharapkan bisa memberikan dampak positif tidak hanya untuk industri energi, tetapi juga bagi kesejahteraan rakyat Malaysia secara keseluruhan.

Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
Idol K-Pop Ini Akhirnya Cuan Besar Setelah Bertahun-Tahun Debut!
News

Idol K-Pop Ini Akhirnya Cuan Besar Setelah Bertahun-Tahun Debut!

Mimi dari grup OH MY GIRL baru-baru ini berbagi pengalaman tentang kenyataan...

Anggota Legendaris "Prince" Visual Grup Boyband Tuai Perhatian Berkat Perubahan Berat Badan!
News

Anggota Legendaris “Prince” Visual Grup Boyband Tuai Perhatian Berkat Perubahan Berat Badan!

Nichkhun, salah satu anggota 2PM, kini jadi sorotan di dunia maya setelah...

Penampilan Perdana Grup Wanita Baru HYBE Diterpa Kritikan Pedas!
News

Penampilan Perdana Grup Wanita Baru HYBE Diterpa Kritikan Pedas!

SAINT SATINE, girl group global terbaru dari HYBE yang sebelumnya dikenal sebagai...

Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih Senilai US$30 Miliar ke Singapura Akhir Tahun Ini!
News

Indonesia Siap Luncurkan Ekspor Energi Bersih Senilai US$30 Miliar ke Singapura Akhir Tahun Ini!

[JAKARTA] Indonesia bakal mulai mengekspor listrik bersih ke Singapura akhir tahun ini,...