Tahun 2004, Denzel Washington berkolaborasi dengan Dakota Fanning dalam salah satu film terbaiknya abad ini. Dua tahun setelah meraih Academy Award keduanya lewat Training Day, Washington membintangi thriller kriminal Man on Fire, yang diadaptasi dari novel 1980 karya A.J. Quinnell, dan sekarang sudah diubah menjadi serial Netflix yang sukses. Diperankan oleh Yahya Abdul-Mateen II, serial tujuh episode ini langsung merajai tangga lagu streaming dengan 11 juta penonton dalam hanya empat hari setelah tayang.
Keberhasilan serial ini jelas mengembalikan perhatian penonton kepada adaptasi Washington dari tahun 2004, dan tentunya mendorong pencarian lebih banyak film action dalam filmografi-nya. Salah satu film yang dipenuhi dengan pertarungan brutal adalah thriller barat post-apokaliptik, The Book of Eli. Dirilis pada tahun 2010, film ini menampilkan Washington bersama Gary Oldman yang terkenal dari Harry Potter, serta Mila Kunis. Naskahnya ditulis oleh Gary Whitta, yang dikenal lewat karyanya di Rogue One: A Star Wars Story. Film ini disutradarai oleh Albert dan Allen Hughes, lebih dikenal sebagai The Hughes Brothers, dengan anggaran sekitar 80 juta dolar.
The Book of Eli tidak berhasil menggandakan anggarannya yang sudah disebutkan, dengan hasil box office global sebesar 158 juta dolar, terbagi antara 94 juta dolar dari pasar domestik dan tambahan 64 juta dolar dari pasar internasional. Film ini hanya tayang di lebih dari 2.000 bioskop di AS selama empat minggu, memulai debutnya di tempat kedua dalam tangga box office domestik, namun mengalami penurunan pendapatan sebesar 52% di minggu kedua. Sayangnya, The Book of Eli harus bersaing dengan mega hit Avatar yang hampir meraih pendapatan 3 miliar dolar. Sekarang, 16 tahun kemudian, The Book of Eli menjadi salah satu dari sepuluh film paling banyak ditonton di AMC+ di AS.
Reaksi Kritikus Terhadap ‘The Book of Eli’
Walaupun film ini terbukti populer setelah 16 tahun, kritik di tahun 2010 tidak begitu positif. Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, film ini hanya mendapatkan rating 45%, di mana para kritikus merasa plot-nya tidak merata dan naskahnya terasa kurang berkembang. “Film ini adalah pemborosan waktu yang besar,” ujar salah satu kritikus, sementara yang lain menyebutnya sebagai “bencana,” menambahkan bahwa, “para pembuat film mencoba terlalu dalam tanpa pengembangan yang memadai.”
The Book of Eli sekarang dapat ditonton di AMC+.

