Beranda News Kena Dampak Gejolak Minyak, Thailand Revisi Anggaran Demi Tekan Defisit
News

Kena Dampak Gejolak Minyak, Thailand Revisi Anggaran Demi Tekan Defisit

Bagikan
Kena Dampak Gejolak Minyak, Thailand Revisi Anggaran Demi Tekan Defisit
Bagikan

[BANGKOK] Thailand sedang melakukan penataan ulang belanja negara untuk mengurangi dampak dari lonjakan harga minyak, sambil tetap menjaga target defisit yang sudah ditetapkan. Situasi ini menunjukkan betapa tekanan dari konflik di Timur Tengah semakin berdampak pada keuangan publik.

Pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anutin Charnvirakul berkomitmen untuk menjaga target defisit fiskal 2027, yang dimulai pada 1 Oktober, sebesar 788 miliar baht (sekitar S$31,2 miliar). Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan proyeksi defisit tahun ini yang mencapai 860 miliar baht.

Untuk bisa menjaga defisit tetap di jalurnya, pemerintah berencana mengandalkan pemotongan pengeluaran serta pengaturan ulang dari anggaran 3,79 triliun baht. Meski begitu, mereka masih memiliki kapasitas utang sekitar 800 miliar baht di bawah batas utang publik sebesar 70 persen.

Fana – Inline Article Ads

Para pejabat menargetkan bisa menghemat antara 95 hingga 125 miliar baht dengan mengambil kembali dana yang tidak terpakai dari instansi pemerintah dan memangkas pengeluaran yang tidak mendesak untuk tahun fiskal saat ini, seperti yang diungkapkan Menteri Keuangan Ekniti Nitithanprapas. Rencana pemindahan anggaran ini diharapkan bisa diajukan ke parlemen pada pertengahan Juni.

Baca juga  Rain Tertangkap Tanpa Cincin Pernikahan — Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Langkah-langkah ini dipicu oleh tekanan fiskal yang semakin meningkat akibat biaya energi yang lebih tinggi dan melemahnya aktivitas ekonomi. Hal ini juga mencerminkan situasi yang sama yang terjadi di banyak negara lain saat konflik di Timur Tengah berimbas pada lonjakan harga minyak. Di Thailand, tekanan ini sudah membuat pemerintahan baru mempertimbangkan kemungkinan untuk menaikkan batas utang publiknya.

Ekniti menambahkan bahwa instansi-instansi pemerintah telah diminta untuk memangkas pengeluaran tidak penting dalam Anggaran 2027, termasuk perjalanan ke luar negeri, proyek konstruksi yang tidak mendesak, dan program pengembangan provinsi.

Fana – Inline Article Ads

Dia juga menyatakan bahwa pemerintah akan mengalihkan dana menuju penggunaan yang lebih berdampak, memprioritaskan proyek yang dapat mengurangi beban fiskal jangka panjang. Salah satu contohnya adalah mengalihkan anggaran konstruksi untuk pemasangan panel surya di gedung pemerintah, yang bisa membantu menurunkan biaya listrik berulang dan memperkuat ketahanan fiskal.

Pekan ini, Moody’s Ratings juga meningkatkan prospek Thailand menjadi stabil, hampir setahun setelah menurunkannya menjadi negatif. Sementara itu, Fitch Ratings masih bertahan pada prospek negatif, sedangkan S&P Global Ratings mempertahankan pandangannya di level stabil. Informasi ini menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, ada harapan bagi perekonomian Thailand untuk bangkit kembali.

Baca juga  Interaksi Terbaru G-Dragon BIGBANG dengan Karina aespa Bikin Warganet Heboh!
Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
BTS V Terima Kritikan Pedas atas “Visual Penuaan” yang Tak Disensor!
News

BTS V Terima Kritikan Pedas atas “Visual Penuaan” yang Tak Disensor!

Baru-baru ini, komentar tentang BTS V yang mengomentari penampilan fisiknya berbalik menjadi...

STT GDC Perluas Pusat Data Jakarta untuk Dorong Pertumbuhan AI di Indonesia!
News

STT GDC Perluas Pusat Data Jakarta untuk Dorong Pertumbuhan AI di Indonesia!

[SINGAPURA] Penyedia pusat data ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) baru...

Pengakuan "Mabuk" Jung Kyung Ho Tentang Sooyoung Girls' Generation Viral Setelah Putus Cinta!
News

Pengakuan “Mabuk” Jung Kyung Ho Tentang Sooyoung Girls’ Generation Viral Setelah Putus Cinta!

Netizen Indonesia semua! Ada kabar yang bikin hati ini bergetar. Aktor Jung...

Aset Energi Terbarukan Senilai US$165 Miliar di ASEAN Terancam Risiko Iklim Tinggi: Laporan Terbaru
News

Aset Energi Terbarukan Senilai US$165 Miliar di ASEAN Terancam Risiko Iklim Tinggi: Laporan Terbaru

Dalam laporan terbaru dari Zurich Insurance yang dirilis pada 10 Juni, terungkap...