Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan bahwa Malaysia tidak akan mempertimbangkan permohonan amnesti untuk Jho Low, otak di balik skandal 1MDB yang bernilai miliaran dolar. Jho Low saat ini tengah mencari pengampunan dari Presiden AS, Donald Trump, menurut laporan Bernama.
Anwar menyebutkan bahwa permohonan amnesti ini adalah “masalah yang tidak perlu dipikirkan” karena proses hukum yang melibatkan Low — yang ditangkap secara in absentia oleh Malaysia pada 2018 — masih berjalan. Ini diungkapkan oleh berita negara tersebut.
Low, yang juga didakwa oleh otoritas AS pada tahun yang sama tetapi berhasil menghindari penangkapan, telah mengajukan permohonan pengampunan ke Departemen Kehakiman AS pada tahun ini, sesuai dengan pemberitahuan di situs web DOJ. Dia dituduh merancang skema yang menyedot setidaknya US$4,5 miliar dari dana kekayaan negara Malaysia, 1Malaysia Development Berhad.
Anwar menjelaskan bahwa Malaysia tidak akan secara resmi menentang langkah apa pun dari pihak AS. Dia juga mengungkapkan ketidaktahuannya mengenai adanya permohonan amnesti yang diajukan oleh Low, yang nama aslinya adalah Low Taek Jho, seperti yang dilaporkan oleh Bernama.
Jaksa federal mengatakan bahwa Low, dengan bantuan dua banker Goldman Sachs, membayar sekitar US$2 miliar dalam bentuk suap kepada pejabat-pejabat asing, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Ditambah lagi, US$1 miliar lainnya merupakan komisi yang diberikan kepada para pelaku skema ini, di mana Low sendiri diduga mengambil setidaknya US$1,42 miliar, menurut klaim pejabat AS.
Najib sendiri telah divonis bersalah atas beberapa kejahatan terkait 1MDB dan saat ini mendekam di penjara Malaysia.
Jika ada keputusan untuk memberikan amnesti kepada Low, kemungkinan besar akan menuai kritik keras di Malaysia, mengingat pemerintah sudah lama mencarinya dan berusaha memulihkan miliaran dolar yang diduga dicuri dari 1MDB. Skandal ini juga menjadi faktor utama runtuhnya pemerintahan Najib dan mengakhiri kekuasaan partainya selama enam dekade.
Otoritas Malaysia sebelumnya telah berusaha, meski gagal, untuk menemukan Low dan membawanya kembali. Tom Wright, seorang jurnalis yang turut menulis buku Billion Dollar Whale tentang skandal 1MDB, mengklaim tahun lalu bahwa Low mungkin berada di kawasan elit Shanghai, hidup dengan identitas palsu dan bepergian menggunakan paspor Australia palsu. BLOOMBERG
