[KUALA LUMPUR] Dorongan energi hijau di Asia Tenggara kini memasuki fase yang lebih menantang. Ketegangan di Timur Tengah dan meningkatnya permintaan listrik akibat booming pusat data menjadikan peralihan energi berpindah dari fokus pada produksi ke penguatan jaringan listrik.
Selama ini, cerita transisi energi di kawasan ini lebih banyak berpusat pada pembangunan pembangkit listrik tenaga surya, proyek energi angin, dan kapasitas hidro. Namun, tantangan yang lebih besar kini adalah bagaimana memodernisasi sistem kelistrikan yang sudah tua, menguatkan sambungan listrik antar negara, serta memastikan energi bersih bisa dikirim dengan andal ke daerah yang permintaannya paling cepat tumbuh.
Wakil Perdana Menteri Malaysia, Fadillah Yusof, juga mengungkapkan bahwa negara-negara anggota ASEAN telah sepakat untuk mempercepat pelaksanaan Jaringan Listrik ASEAN (APG) dan inisiatif konektivitas energi regional yang lebih luas. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat kerjasama dalam bidang keamanan energi di kawasan ini.



