Belakangan ini, beberapa serial drama Korea (K-Drama) seperti Good Partner dan My Sweet Mobster mendapatkan perhatian yang cukup menghebohkan, terutama karena cara mereka menggambarkan hubungan singkat atau one-night stand. Sebuah laporan dari The Korea Times mengungkapkan bahwa kritik keras muncul dari penonton yang merasa bahwa penggambaran ini bisa berdampak negatif, terutama terhadap nilai-nilai seksual remaja.
Di Good Partner, dua karakter menghabiskan malam bersama setelah minum alkohol, sementara di My Sweet Mobster, satu malam diakhiri dengan kehamilan tidak terencana dan pernikahan. Keduanya ditargetkan untuk penonton berusia 15 tahun ke atas, dan sebagian penonton Korea khawatir bahwa normalisasi one-night stand bisa “menyisipkan nilai-nilai seksual yang tidak sehat” pada generasi muda. Dan sepertinya, ada beberapa bukti yang mendukung kekhawatiran ini.

Namun, sebelum melanjutkan, penting untuk dicatat bahwa K-Dramas yang diproduksi dan ditayangkan oleh beberapa platform streaming global seperti Netflix dan Disney+ tidak terikat oleh pembatasan yang sama dengan yang ada di siaran televisi Korea. Berdasarkan salah satu pasal di regulasi Korea Communications Commission, tayangan tidak hanya yang berlabel 15+ seharusnya tidak “fokus pada hubungan yang tidak sehat atau tidak bermoral.”

Siapa di sini yang pernah tiba-tiba melihat adegan karakter K-Drama menyulut rokok tapi tidak pernah merokok? Berdasarkan laporan The Korea Times, angka merokok di kalangan remaja dan dewasa menurun setelah adegan merokok dikeluarkan dari siaran publik, termasuk K-Dramas. Ini menunjukkan bahwa kebiasaan hidup nyata, termasuk one-night stand, mungkin bisa dipengaruhi oleh penggambaran fiksi. Ini jadi alasan logis mengapa beberapa penonton merasa khawatir.

Namun, bukan hanya itu yang bikin penonton merasa tidak nyaman dengan adegan one-night stand di K-Dramas. Banyak yang mengkritik Good Partner karena menampilkan skenario yang berpotensi bertentangan dengan kepribadian dan nilai-nilai protagonisnya demi kepentingan plot. Ada juga yang bilang bahwa mereka sudah bosan dengan cerita one-night stand yang dianggap “klise.”

Beberapa penggemar internasional berpendapat bahwa usia penonton yang ditargetkan harus diperhatikan dalam serial yang diberi label 15+. Ada pula yang menyoroti bahwa cara penggambaran seksualitas seharusnya tidak hanya bergantung pada rating, tapi juga pada usia protagonisnya.
Sebagian penonton merasa bahwa penggambaran orang dewasa yang “bertingkah seperti orang dewasa” dalam hubungan itu “segar” dan menarik. Namun, banyak juga yang beranggapan bahwa alur cerita one-night stand itu bisa jadi hasil dari penulisan yang “malas”, sambil melihat konten lain yang juga bisa berpotensi bermasalah, seperti alkohol yang berlebihan.
Comment
by u/daehanmindecline from discussion in KDRAMA
Comment
by u/daehanmindecline from discussion in KDRAMA



