Beranda Tech Hacker Manfaatkan Stripe dan Google Tag Manager untuk Meluncurkan Kampanye Pencurian Kartu Kredit!
Tech

Hacker Manfaatkan Stripe dan Google Tag Manager untuk Meluncurkan Kampanye Pencurian Kartu Kredit!

Bagikan
Hacker Manfaatkan Stripe dan Google Tag Manager untuk Meluncurkan Kampanye Pencurian Kartu Kredit!
Bagikan

Hacker Memanfaatkan API Stripe Melalui Google Tag Manager

Baru-baru ini, dunia siber dibuat heboh oleh laporan yang menyebutkan kalau para penjahat cyber telah menjadikan Stripe sebagai platform penyimpanan malware. Dilansir dari penelitian yang dilakukan oleh Sansec, mereka menemukan kampanye yang mengincar informasi pembayaran pengguna saat berbelanja online.

Menurut Sansec, para penyerang berhasil membobol beberapa situs toko menggunakan Magento/Adobe Commerce dan menambahkan kontainer Google Tag Manager (GTM) yang berbahaya. Saat pengunjung masuk ke situs tersebut dan melakukan transaksi, GTM ini memanggil API Stripe untuk mencuri informasi sensitif.

Fana – Inline Article Ads

Begitu pengunjung memasuki situs yang terinfeksi, browser mereka bakal otomatis memuat kontainer GTM dari server Google. Saat mencapai tahap checkout, kode GTM mengirimkan permintaan ke API Stripe. GTM sendiri adalah alat gratis yang memudahkan pemilik situs dalam mengelola pelacakan dan analitik tanpa harus mengubah kode situs langsung.

Karena GTM cukup umum digunakan, pemanggilan kode dari googletagmanager.com terlihat sangat normal dan tidak mencurigakan. Namun, di balik itu semua, GTM sebenarnya mengambil data pelanggan Stripe yang berada di kontrol para penyerang. Dalam data tersebut terdapat potongan JavaScript berbahaya yang akan diunduh oleh situs, kemudian dirakit menjadi sebuah skrip yang berfungsi, dan dijalankan di dalam browser. Ini mengubah Stripe menjadi semacam ‘celengan’ untuk penyimpanan kode malware.

Baca juga  Zaman Disruptif: Laporan Mengungkap Generasi Muda Terancam AI dalam Rekrutmen, Bos Lebih Utamakan Posisi Menengah!

Mencuri Informasi Pembayaran

Setelah skrip ini aktif, ia mulai “mengawasi” halaman checkout. Ketika korban memasukkan detail kartu mereka, skrip akan menyalin semuanya—mulai dari nomor kartu, CVV, nama, alamat, hingga informasi penting lainnya. Namun, sebelum dikirim ke penyerang, malware ini akan menggabungkan semua informasi yang dicuri menjadi satu string, mengenkripsi dengan teknik XOR, dan menyimpan hasilnya di browser secara lokal.

Fana – Inline Article Ads

Selanjutnya, malware ini menciptakan pelanggan Stripe palsu dan membagi data yang dicuri menjadi dua bagian. Mereka akan membuat objek pelanggan baru di akun Stripe penyerang dan meng-upload informasi curian tersebut. Proses ini berjalan tanpa terdeteksi pada umumnya, berkat pengaturan default yang membolehkan domain api.stripe.com, sehingga skimmer ini bisa lolos dari kebijakan keamanan konten dan filter jaringan yang biasanya akan menandai lalu lintas ke domain yang tidak dikenal.

Kita harus sadar, kehadiran teknik-teknik seperti ini adalah bukti bahwa ancaman digital dapat merugikan banyak orang dalam diam. Keberadaan malware dalam proses pembayaran dan ecommerce semakin memperlihatkan pentingnya pengguna untuk selalu waspada dan mengetahui langkah-langkah perlindungan yang bisa diambil.

Baca juga  Kerentanan Keamanan Besar di Linux Terungkap: Masalah Usia Sembilan Tahun Ini Bisa Jadi Petaka bagi Pengguna!

Perkembangan seperti ini jadi pengingat, ketika berbelanja online, keamanannya tidak boleh diremehkan. Apalagi dengan semakin banyaknya tipe serangan yang dihadapi pengguna setiap harinya. Pastikan untuk menggunakan situs yang tepercaya dan melakukan pemeriksaan keamanan saat memasukkan informasi sensitif. Jangan sampai menjadi korban dari aksi kejahatan siber yang merugikan.

Fana – Inline Article Ads
Arte7Travel – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
2,6 Juta Akun DentaQuest Terbongkar! ShinyHunters Klaim Mencuri 234GB Data Sensitif!
Tech

2,6 Juta Akun DentaQuest Terbongkar! ShinyHunters Klaim Mencuri 234GB Data Sensitif!

Data DentaQuest Bocor: 2,6 Juta Akun Terungkap! DentaQuest, salah satu penyedia manfaat...

Hype Piala Dunia 2026 Memunculkan Penipuan, Aplikasi Palsu, dan Ransomware yang Mengintai Penggemar dan Bisnis!
Tech

Hype Piala Dunia 2026 Memunculkan Penipuan, Aplikasi Palsu, dan Ransomware yang Mengintai Penggemar dan Bisnis!

Scam terkait FIFA World Cup 2026 lagi-lagi hadir! Menjelang turnamen akbar ini,...

AI Tanpa Penyesalan: Tingkatkan Kecepatan, Wawasan, dan Automasi Tanpa Kehilangan Kendali!
Tech

AI Tanpa Penyesalan: Tingkatkan Kecepatan, Wawasan, dan Automasi Tanpa Kehilangan Kendali!

Artificial intelligence (AI) sudah mengubah cara organisasi beroperasi. Tim bisa bergerak lebih...

OpenAI's Codex Ungkap Serangan HTTP/2 Bomb DoS yang Bisa Hancurkan 30GB RAM dalam Sekejap dan Lumpuhkan Server Web!
Tech

OpenAI’s Codex Ungkap Serangan HTTP/2 Bomb DoS yang Bisa Hancurkan 30GB RAM dalam Sekejap dan Lumpuhkan Server Web!

Teknik Serangan DoS Terbaru: HTTP/2 Bomb Siapa sangka, kemajuan teknologi AI bisa...