Semangat Komunitas di Future Hospitality Summit 2023
Baru-baru ini, The Bench menggelar acara spesial Future Hospitality Summit (FHS) di restoran XU, yang didukung oleh RIKAS Hospitality Group. Acara ini diadakan secara tertutup dan dihadiri oleh lebih dari 50 eksekutif C-level dari industri perhotelan di UEA. Ini adalah momen yang luar biasa untuk menjalin koneksi, berbagi perspektif, dan memperkuat visi bersama untuk masa depan pariwisata di Timur Tengah.
Dalam acara ini, H.E. Abdulla Bin Touq Al Marri, Menteri Ekonomi dan Pariwisata UEA, hadir sebagai tamu istimewa. Ia menunjukkan rasa bangganya terhadap ketahanan komunitas perhotelan lokal. Ia bahkan mengungkapkan secara langsung, “Saya bangga bisa berada di ruangan ini bersama kalian yang telah bertahan dan bergerak maju demi ekonomi UEA dan industri ini di tengah tantangan yang ada. Hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah mendukung kalian untuk memastikan sektor ini terus tumbuh dan berkembang.”
Beliau menekankan bahwa pemerintah UEA bertemu setiap hari dan memperbarui regulasi setiap minggu agar tetap responsif. Ini sangat penting menjelang musim puncak yang akan datang. Kehadiran H.E. menegaskan pentingnya kolaborasi dan transparansi, serta memperkuat keyakinan akan visi jangka panjang UEA untuk sektor pariwisata.
Acara ini tidak hanya fokus pada koneksi, tetapi juga menyajikan pemaparan data yang jelas dari Azad Zangana, Kepala Analisis Makroekonomi GCC di Oxford Economics. Ia menganalisis volatilitas regional saat ini. Sementara Zangana mencatat adanya revisi sementara pada proyeksi kedatangan karena konflik yang sedang berlangsung, pandangan jangka panjang tetap positif berkat ketahanan dan semangat bepergian yang tinggi. Ia mengatakan, “Orang-orang masih menginginkan liburan. Mereka masih ingin bepergian. Jika kita lihat pengeluaran untuk perjalanan dan pariwisata, angka tersebut masih cukup tinggi.”
Zangana juga menjelaskan bahwa meskipun pola perjalanan mungkin akan berubah ke tujuan domestik atau regional dalam waktu dekat — di mana permintaan domestik dan regional sudah mencakup dua pertiga pasar GCC — keinginan untuk bepergian tetap menjadi pendorong utama pemulihan industri. Tak hanya itu, siklus pemulihan menjadi lebih singkat setiap kali ada kejadian eksternal.
Dia menambahkan bahwa kekuatan dasar pasar perhotelan regional tetap kokoh meski ada volatilitas jangka pendek, terutama berkat konektivitas global UEA, beragam basis permintaan, dan dukungan pemerintah yang terus berlanjut untuk pariwisata.
Jonathan Worsley, Ketua The Bench, menyatakan bahwa acara ini dirancang untuk menyatukan komunitas demi “membayangkan kembali perhotelan” di tengah ketidakpastian. Ia juga memuji interaksi Menteri dengan sektor swasta yang sangat erat. Acara ini ditutup dengan komitmen bersama untuk transparansi dan pemasaran strategis, memastikan UEA tetap menjadi yang terdepan dalam wisata global saat sektor ini memasuki musim puncaknya di bulan September.
Dengan semangat baru dan kolaborasi yang kuat, acara FHS menggambarkan bahwa industri perhotelan tidak hanya menunggu pemulihan, tetapi malah aktif membangun masa depan melalui kesatuan, transparansi, dan tindakan terkoordinasi. Ini adalah langkah yang sangat penting untuk memastikan bahwa sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang lebih baik di masa mendatang.


