Market Kerja Entry-Level di UK Semakin Ketat: Pengalaman Jadi Kunci
Para lulusan di Inggris sekarang memasuki pasar kerja entry-level yang salah satu tersulit dalam beberapa tahun terakhir. Lebih dari sepertiga (37%) lowongan kerja entry-level yang diiklankan saat ini justru mengharuskan pelamar memiliki pengalaman kerja sebelumnya.
Menurut penelitian terbaru dari Careerminds UK, posisi-posisi ini memerlukan rata-rata pengalaman kerja selama dua setengah tahun. Ini menciptakan situasi yang rumit bagi para lulusan, di mana mereka tak bisa mengumpulkan pengalaman yang diperlukan bahkan untuk posisi pemula.
Akibatnya, satu dari tiga (33%) pelamar ditolak secara spesifik karena dianggap kurang pengalaman, sementara satu dari lima (20%) sudah merasa tidak percaya diri untuk melamar karena tuntutan pengalaman tersebut.
Permintaan Pengalaman dalam Dunia Kerja
Menariknya, Careerminds UK juga mengungkapkan bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan pelamar, semakin tinggi pula tingkat penolakan yang mereka hadapi. Hampir setengah (48%) dari pemegang gelar master mengalami penolakan karena kurangnya pengalaman, dibandingkan dengan 33% dari pemegang gelar sarjana.
“Jika kamu lulus dari universitas tanpa beberapa tahun pengalaman yang relevan di CV, kamu otomatis berada dalam posisi yang kurang menguntungkan,” ungkap Amanda Augustine, seorang pakar karier. Dia menjelaskan bahwa saat ini, magang sering kali menggantikan pekerjaan entry-level tradisional.
“Banyak yang mengira gelar pascasarjana akan membuat mereka sangat diminati, tetapi para perusahaan semakin ingin melihat bagaimana kandidat ini menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dalam lingkungan kerja yang nyata.”
Walau pengalaman semakin dicari oleh para pemberi kerja, pendidikan formal tetap memiliki relevansi yang besar. Laporan tersebut memberikan beberapa opsi untuk mahasiswa yang bersiap memasuki pasar kerja, termasuk berpartisipasi dalam kegiatan sukarela, pekerjaan paruh waktu, proyek freelance, atau posisi kepemimpinan di organisasi mahasiswa.
Augustine menekankan pentingnya membangun CV yang kuat bahkan di tahun-tahun awal sebelum karier dimulai, dengan fokus utama pada jenis keterampilan dan peran yang dicari oleh calon pemberi kerja.



