Beranda News Kelompok Bisnis Indonesia Minta Kejelasan Soal Aturan Ekspor Komoditas Baru!
News

Kelompok Bisnis Indonesia Minta Kejelasan Soal Aturan Ekspor Komoditas Baru!

Bagikan
Kelompok Bisnis Indonesia Minta Kejelasan Soal Aturan Ekspor Komoditas Baru!
Bagikan

[JAKARTA] Asosiasi bisnis di Indonesia mendesak pemerintah untuk segera mengeluarkan panduan teknis terkait rencana mereka untuk memusatkan ekspor serta menyimpan hasil ekspor di bank milik negara. Ungkapan ini datang melalui pernyataan bersama yang diterima oleh Reuters pada Selasa (2 Juni).

Asosiasi Pengusaha Indonesia, bersama dengan berbagai asosiasi penambang, pengolah nikel, dan produsen minyak sawit, menyatakan dukungannya terhadap peraturan baru ini. Namun, mereka berharap pemerintah mau bekerja sama dengan sektor swasta dalam pelaksanaannya.

“Pemerintah perlu mengeluarkan panduan teknis yang transparan untuk mengurangi spekulasi negatif dan menjaga kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia sebagai pemasok komoditi global,” ujar asosiasi dalam pernyataannya.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Presiden Prabowo Subianto pada 20 Mei lalu mengumumkan bahwa Indonesia, yang kaya akan sumber daya alam, akan memusatkan ekspor komoditas strategis melalui perusahaan baru, Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Langkah ini dimulai dengan komoditas seperti batubara, minyak sawit, dan ferroaloy.

Periode transisi untuk kebijakan ini, yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan pajak dan mencegah penghindaran pajak ekspor, sudah dimulai sejak Senin lalu. Rencana implementasinya dijadwalkan akan diberlakukan sepenuhnya paling lambat awal tahun depan.

Baca juga  Ukraina Bangkitkan Ribuan Drone "Mati" Setelah Perang Elektronik Menyabotase UAV Baru!

Aturan yang mewajibkan eksportir sumber daya alam untuk menyimpan pendapatannya di bank negara dan membatasi konversinya menjadi rupiah juga sudah mulai berlaku sejak Senin.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Kelompok bisnis menekankan pentingnya kepastian hukum, terutama terkait kontrak jangka panjang yang sedang berlangsung, termasuk tentang pembayaran, pengiriman, dan ketentuan asuransi.

Klarifikasi mengenai peraturan pendapatan ekspor dan perlakuan terhadap perjanjian perdagangan juga sangat dibutuhkan. Mereka juga menyerukan adanya platform digital yang kredibel untuk memantau perdagangan.

DSI sendiri menyatakan akan menghormati kontrak jangka panjang yang ada, tetapi akan melakukan renegosiasi harga jika mencurigai adanya penghindaran pajak. Selain itu, mereka sedang mengembangkan teknologi pemantauan.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Perwakilan dari Danantara serta kementerian ekonomi dan keuangan belum memberikan tanggapan terkait pertanyaan ini. Sementara itu, juru bicara kementerian perdagangan mengalihkan pertanyaan kepada kementerian ekonomi.

Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
Agensi Ji Chang Wook Beri Pernyataan Resmi Usai Kontroversi Penghindaran Pajak Besar-besaran!
News

Agensi Ji Chang Wook Beri Pernyataan Resmi Usai Kontroversi Penghindaran Pajak Besar-besaran!

Ji Chang Wook, aktor yang sudah banyak dikenal, baru saja menjadi sorotan...

Transisi Energi Asia Tenggara: Menyatukan Jaringan untuk Masa Depan Berkelanjutan!
News

Transisi Energi Asia Tenggara: Menyatukan Jaringan untuk Masa Depan Berkelanjutan!

[KUALA LUMPUR] Dorongan energi hijau di Asia Tenggara kini memasuki fase yang...

Aktor BL Lindungi Kekasih Onscreen-nya dari Kerumunan di Bandara!
News

Aktor BL Lindungi Kekasih Onscreen-nya dari Kerumunan di Bandara!

Aktor asal Singapura, Ayden Sng, dan aktor asal Tiongkok, Lyu Si Tong...

Aktris 'Kembaran Park So Dam' Ungkap Rencana Pernikahan dan Tunangannya!
News

Aktris ‘Kembaran Park So Dam’ Ungkap Rencana Pernikahan dan Tunangannya!

Aktris Song Yi Jae siap melangsungkan pernikahan! Pada tanggal 30 Mei 2026...