Menteri Pariwisata Jamaika, Edmund Bartlett, yang terkenal sebagai salah satu suara paling berpengaruh di dunia pariwisata Karibia, baru saja membuat pernyataan yang kuat. Dia meminta kepada Komunitas Karibia (CARICOM) untuk secara resmi mengakui pariwisata sebagai aktivitas ekonomi terbesar di kawasan ini dan untuk bertindak secara kolektif demi melindungi, mengembangkan, dan mempersiapkan industri ini untuk masa depan.
Berbicara menjelang pembukaan Marketplace Perjalanan Karibia di Antigua dan Barbuda, Menteri Bartlett menekankan bahwa meskipun pariwisata menyumbang lebih dari 40 persen PDB di beberapa negara Karibia dan mendukung mata pencaharian jutaan warganya, sektor ini masih belum menjadi prioritas inti dalam agenda strategis CARICOM. “Pariwisata bukanlah pertimbangan sekunder — ini adalah tulang punggung ekonomi Karibia. Sudah saatnya bagi CARICOM untuk memperlakukannya demikian, dengan niat, sumber daya, dan kemauan politik yang dibutuhkan sektor ini,” katanya dengan tegas.
Dia menambahkan bahwa pariwisata jauh lebih dari sekadar sektor perhotelan. Di seluruh Karibia, industri ini menjadi penggerak utama dalam bidang penerbangan, pertanian, industri kreatif, konstruksi, layanan keuangan, dan pengembangan usaha kecil. Dia berargumen bahwa agenda integrasi CARICOM tidak akan mencapai potensi penuhnya jika masih memperlakukan pariwisata sebagai masalah pinggiran, bukan sebagai penggerak utama ekonomi kawasan.
“Kita tidak bisa berbicara secara kredibel tentang integrasi ekonomi sambil membiarkan industri terbesar kita menghadapi tantangan global sendirian,” ujar Menteri Bartlett. “CARICOM harus menetapkan mandat pariwisata yang khusus dan berlevel tinggi — dengan komitmen yang mengikat, kebijakan yang terkoordinasi, dan kerangka investasi yang dibagi — yang mencerminkan besarnya kontribusi industri ini di setiap negara anggota.”
Menteri Bartlett juga menggarisbawahi beberapa area kritis di mana tindakan terkoordinasi CARICOM sangat diperlukan, antara lain Strategi Pariwisata Regional, Fasilitasi Visa dan Perjalanan, penciptaan Dana Ketahanan, Transformasi Digital, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Membangun kapasitas untuk kawasan ini agar dapat memiliki sisi pasokan pariwisata sangat penting untuk memastikan lebih sedikit kebocoran dan lebih banyak retensi dari setiap dolar yang diperoleh.
“Destinasi terkemuka dunia tidak berhasil sendirian,” sambung Menteri Bartlett. “Keberagaman kita adalah kekuatan kita — tetapi hanya jika kita memanfaatkannya bersama di bawah kerangka CARICOM yang menempatkan pariwisata di puncak agenda kolektif kita.”
Dengan menegaskan pentingnya mandat pariwisata regional, Menteri Bartlett menyatakan bahwa Jamaika akan terus menjalin komunikasi dengan negara-negara lain di kawasan ini untuk membangun konsensus bagi agenda integrasi pariwisata Karibia.

