Antartika memang jadi tempat yang penuh misteri bagi sebagian orang. Rebecca yang membawa anaknya ke lokasi terjauh di Bumi ini sempat merasakan kekhawatiran. Apakah Violet, si kecil, akan merasa bosan? Atau malah gelisah? “Salah satu kekhawatiran utama aku adalah jika pengalaman ini terbuang sia-sia untuk Violet, dan aku jadi sibuk menghiburnya di kapal,” ungkap Rebecca.
Ternyata, semua kekhawatiran itu tak terbukti.
Rencanakan perjalanan multi-hari sebelum berangkat
Menuju Antartika adalah sebuah petualangan tersendiri. Keluarga Rowley berangkat dari Salt Lake City dua hari lebih awal karena khawatir akan ada penundaan dari TSA terkait ancaman penutupan pemerintah. Mereka menghabiskan satu hari tak terduga di Atlanta, lalu menumpang penerbangan malam menuju Santiago, Chili—negara yang belum pernah mereka kunjungi dan tidak ingin dilewatkan.
Mereka menambah tiga hari ekstra di Santiago sebelum bergabung dengan rombongan ekspedisi Lindblad-National Geographic. Kesempatan ini membuat mereka bisa menjelajahi ibukota Chili, berkunjung ke kota pesisir Valparaiso dan Vina del Mar, serta menikmati resor di Portillo. Selain itu, tambahan waktu ini juga membuat mereka lebih siap menghadapi pergeseran zona waktu. Tentu saja, tantangan packing jadi lebih rumit; mereka perlu membawa pakaian untuk cuaca panas Santiago dan suhu dingin Antartika sekaligus.
Dari Santiago, rombongan melanjutkan penerbangan sewaan ke Ushuaia, Argentina, lalu melakukan tur bus yang dipandu melalui Taman Nasional Tierra del Fuego dan berlayar menggunakan katamaran di Selat Beagle. Saat akhirnya mereka naik kapal Lindblad-National Geographic Resolution, mereka sudah berada dalam perjalanan hampir seminggu.
Perasaan saat pertama kali menginjakkan kaki di Antartika
Tak ada yang benar-benar mempersiapkan Rebecca untuk momen ketika mereka pertama kali menginjakkan kaki di daratan Antartika. “Utah punya banyak salju, jadi aku tidak menganggap berjalan di jalan bersalju sebagai sesuatu yang menarik atau baru,” kata Rebecca. Namun, Antartika bukanlah Utah. Tempat ini benar-benar berbeda. Gunung es, penguin yang melompat-lompat, dan semburan paus terlihat dari dek—semuanya memberi pengalaman yang mengesankan dan sulit dilupakan.
Pada ekspedisi pertama, keluarga ini mendaki ke puncak yang mengawasi kapal dan berkunjung ke koloni penguin kecil. Di tengah jalan, tiga penguin melintas tanpa peduli dengan mereka yang memberi jalan, lalu meluncur ke dalam air dingin. Dari puncak, Rebecca melihat Resolution dikelilingi puncak-puncak es dan menyaksikan perahu Zodiac membawa kelompok ekspedisi ke daratan. “Aku sudah mengunjungi lebih dari 60 negara, tapi aku merasa sangat seperti pengunjung dan benar-benar asing di tempat ini,” ujarnya. “Rasanya mendebarkan bisa begitu jauh dari rumah dan menyadari betapa terisolasi dan kecilnya kami dibandingkan dengan panorama Antartika di sekitar.”


