Malaysia memang jago banget dalam memikat hati banyak orang! Terbagi oleh Laut Cina Selatan, negeri ini seolah jadi dua negara dalam satu—Negara Semenanjung Malaysia dan Malaysia Borneo—dikelilingi oleh lebih dari 800 pulau. Keindahan alamnya luar biasa, sementara kota-kota besar seperti Kuala Lumpur dan George Town bikin kamu tetap dekat dengan kenyamanan modern.
Editornya yang berbasis di Malaysia dari International Living nggak pelit memuji biaya hidup yang rendah, ditunjang oleh penduduk lokal yang ramah, keamanan, dan perumahan yang terjangkau (editor yang menulis laporan tahun ini menyewa apartemen empat kamar di Tanjung Bungah hanya dengan sekitar $900 USD per bulan), serta makanan jalanan yang super enak sebagai nilai tambah.
Buat para pensiunan yang hobi jalan-jalan, berita baiknya negara ini adalah pintu gerbang yang nyaman menuju banyak negara Asia lain, seperti Thailand, India, dan Filipina. Kamu bahkan bisa berkendara dari Johor Bahru ke Singapura dalam waktu kurang dari satu jam!
Biaya Hidup
Meskipun Penang adalah salah satu daerah yang paling diidam-idamkan di Malaysia, kondisi pulau ini masih surprisingly affordable. Dengan budget antara $750 hingga $1,000 per bulan, kamu bisa menyewa apartemen tiga hingga empat kamar dengan pemandangan laut; menjauh sedikit dari pantai, harga sewa bisa turun hingga sekitar $600. Menurut International Living, apartemen ultra-modern berkelas atas di Kuala Lumpur dihargai sekitar $2,000 per bulan—sementara unit sekelas itu bisa menghabiskan hampir $25,000 per bulan di New York City. (Gila, kan?)
Secara keseluruhan, kamu bisa hidup nyaman di Malaysia dengan sekitar $2,500 per bulan.
Kesehatan
Malaysia mempunyai sistem kesehatan bertingkat dua—kesehatan universal yang dikelola pemerintah dan layanan kesehatan swasta. Namun, kebanyakan ekspatriat lebih memilih untuk membayar sendiri untuk kunjungan rutin atau mengambil polis swasta untuk masalah kesehatan yang lebih serius. Polis asuransi dasar biasanya sekitar $400 per tahun, sementara kunjungan dokter tanpa asuransi biasanya hanya menghabiskan $15 saja.
Persyaratan Visa
Malaysia mengadopsi sistem berbasis poin untuk memberikan kewarganegaraan tetap kepada para ekspatriat, tetapi banyak pensiunan lebih tertarik pada program MM2H (Malaysia My 2nd Home)—salah satu izin tinggal yang paling menarik dan menggiurkan. Program ini dulunya hanya untuk ekspatriat berusia 50 tahun ke atas, tapi sejak pertengahan 2024, program ini diperluas untuk siapa saja yang berusia 25 tahun ke atas.
Dengan program ini, ekspatriat mendapat visa multi-entry yang dapat diperpanjang selama 10 tahun, plus kemampuan untuk membeli properti dan membawa anak-anak di bawah usia 21 tahun. Untuk memenuhi syarat izin MM2H, kamu harus membeli properti senilai minimal MYR600,000 (sekitar $151,800), dan membayar biaya minimal sebesar $150,000.
Dengan semua daya tarik ini, Malaysia jelas jadi destinasi yang harus dipertimbangkan untuk hidup atau sekadar berlibur. Siapa yang bisa menolak keindahan alam dan kesenangan yang ditawarkan negeri ini?




