Beranda Tech Pekerja Amazon Ternyata ‘Tokenmaxxing’ Platform AI untuk Capai Target Penggunaan yang Serba Tak Jelas!
Tech

Pekerja Amazon Ternyata ‘Tokenmaxxing’ Platform AI untuk Capai Target Penggunaan yang Serba Tak Jelas!

Bagikan
Pekerja Amazon Ternyata 'Tokenmaxxing' Platform AI untuk Capai Target Penggunaan yang Serba Tak Jelas!
Bagikan

Banyak karyawan Amazon menggunakan cara curang untuk menunjukkan penggunaan AI yang lebih tinggi.

Beberapa karyawan di Amazon dilaporkan mengandalkan platform AI internal mereka, MeshClaw, untuk mengotomatiskan tugas-tugas yang sebenarnya tidak perlu, demi menaikkan angka penggunaan AI di dalam perusahaan. Dalam upaya meningkatkan adopsi AI, Amazon ingin 80% dari pengembangnya menggunakan teknologi ini setiap minggu. Bahkan, mereka mulai melacak penggunaan token AI melalui papan peringkat internal.

Meski adopsi AI di kalangan karyawan tergolong lambat, banyak yang beralih ke praktik yang dikenal sebagai ‘tokenmaxxing’, di mana mereka melakukan penggunaan AI secara berlebihan untuk menaikkan metrik penggunaan, seperti yang dilaporkan oleh Financial Times.

Arte7Travel – Inline Article Ads

Karyawan Amazon Berpura-pura Menggunakan AI Lebih Banyak dari yang Sebenarnya

MeshClaw adalah salah satu sistem internal Amazon yang dirancang untuk mendukung adopsi AI, membolehkan karyawan menciptakan agen AI mereka sendiri untuk membantu dalam pengolahan software, coding, email, dan workflow harian lainnya. Namun, alih-alih mencari hasil yang bermanfaat, kini banyak pekerja yang mengoptimalkan penggunaan mereka untuk memaksimalkan jumlah token, yang justru menghasilkan panggilan AI yang tidak perlu dan mengakibatkan kenaikan biaya komputasi Amazon tanpa memberikan return on investment yang nyata.

Baca juga  Kenapa Mesin Menolak CV Kamu? Kata-Kata Kecil Bisa Jadi Penentu Sukses atau Gagal!

Amazon bukan satu-satunya perusahaan yang mengintensifkan adopsi AI ini. Meta, Microsoft, dan perusahaan lainnya juga dilaporkan menerapkan sistem papan peringkat internal untuk mendorong penggunaan AI.

Namun, sebuah studi terbaru dari Jellyfish, sebuah firma analitik teknik, menunjukkan bahwa meski pengguna AI terberat mengonsumsi sekitar 10 kali lebih banyak token daripada rata-rata, mereka hanya mengalami peningkatan produktivitas sekitar 2 kali lipat.

Fana – Inline Article Ads

Prestasi ini bikin geleng-geleng kepala. Nvidia sendiri melalui CEO mereka, Jensen Huang, juga mengungkapkan kekhawatiran. Dalam sebuah wawancara dengan podcast All-In, dia menyampaikan bahwa dia akan “sangat khawatir” jika pekerja seperti insinyur perangkat lunak atau peneliti AI tidak menggunakan setidaknya setengah dari gaji tahunan mereka dalam token AI. Misalnya, 250.000 USD dalam token untuk pegawai yang bergaji 500.000 USD.

Situasi ini jelas menunjukkan pertarungan yang menarik antara perusahaan besar dan pekerjanya dalam mengadaptasi teknologi canggih. Karyawaan yang berusaha memenuhi ekspektasi atasan terkadang terjebak dalam tuntutan angka yang tidak mencerminkan penggunaan teknologi dengan bijak. Ini jadi gambaran kompleksitas dalam dunia kerja modern, di mana tekanan untuk beradaptasi dengan inovasi harus sejalan dengan efektivitas dan produktivitas yang sesungguhnya.

Baca juga  ITZY Borong Reaksi Pedas Soal Konsep "Edgy" Grup Lain!

Sekarang, kita tinggal menunggu bagaimana tren ini akan berkembang dan apa efeknya pada perusahaan dan karyawan dalam jangka panjang. Apakah penggunaan AI yang meningkat akan benar-benar membawa dampak positif, atau justru menjadi bumerang yang menambah biaya tanpa hasil yang sesuai? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Fana – Inline Article Ads
Fana – Inline Article Ads
Bagikan
Berita terkait
Saatnya Mengendarai Pikiran: Steve Jobs Ungkapkan Betapa Teknologi Seperti Sepeda untuk Otak Kita!
Tech

Saatnya Mengendarai Pikiran: Steve Jobs Ungkapkan Betapa Teknologi Seperti Sepeda untuk Otak Kita!

Steve Jobs, sosok visioner dalam dunia komputer, meninggalkan jejak yang tak terlupakan....

“Terungkap! Operasi Rahasia Angkatan Darat AS: Hanya Insinyur dengan Semangat Memecahkan Kode yang Diizinkan Masuk—Tapi Sales Tidak!”
Tech

“Terungkap! Operasi Rahasia Angkatan Darat AS: Hanya Insinyur dengan Semangat Memecahkan Kode yang Diizinkan Masuk—Tapi Sales Tidak!”

Angkatan Darat AS Hacking Sistem Sendiri untuk Interoperabilitas Teknologi Militer Angkatan Darat...

16 Tahun Microsoft Build: Sorotan Penting dari Pengumuman, Panel, dan Sesi Bersejarah!
Tech

16 Tahun Microsoft Build: Sorotan Penting dari Pengumuman, Panel, dan Sesi Bersejarah!

Microsoft Build 2026 bakal digelar pada 2 dan 3 Juni di Fort...

Starbucks Menyerah pada Alat Inventaris AI Setelah 9 Bulan, Fokus Kembali pada Konsistensi dan Eksekusi yang Optimal
Tech

Starbucks Menyerah pada Alat Inventaris AI Setelah 9 Bulan, Fokus Kembali pada Konsistensi dan Eksekusi yang Optimal

Starbucks Hentikan Program AI Inventaris Setelah Delapan Bulan Starbucks, rantai kopi ternama,...