“Enggak susah-susah amat meyakinkan orang untuk ngasih pinjam barang-barang mereka karena ini V&A,” kata kurator Jacqueline Springer saat kami berdiri di Museum V&A East yang baru dibuka. Soalnya, keinginan orang buat meminjam—maupun mendonasikan—objek pribadinya udah bikin V&A jadi salah satu koleksi paling berpengaruh di dunia.
Akhirnya, museum baru yang paling seru di London dalam beberapa tahun terakhir resmi dibuka. Ini adalah ruang V&A terbaru di ibu kota, bagian dari sejarah yang dimulai dengan Victoria and Albert Museum, yang dibuka pada tahun 1857 sebagai South Kensington Museum. Sejak itu, koleksi V&A berkembang jadi sesuatu yang bahkan bisa diimpikan banyak direktur, dengan artefak yang mencakup berabad-abad dalam etalase yang mengkilap. Pastinya, banyak harta karun itu butuh ruang yang memadai. Pembukaan lokasi di East London ini adalah hasil dari ekspansi yang signifikan: Young V&A di Bethnal Green, V&A Storehouse yang baru dibuka, dan V&A Dundee di Skotlandia.
V&A East terdiri dari dua ruang permanen: V&A Storehouse yang dibuka pada tahun 2025 dan V&A East Museum yang akan dibuka pada 18 April 2026. Storehouse ini memungkinkan pengunjung untuk meminta akses melihat koleksi artefak yang melimpah. V&A East Museum akan menyimpan koleksi permanen dan pameran sementara.
“Apa yang kami mau lakukan itu tentang orang-orang,” jelas Gus Casely-Hayford, direktur V&A East. “Saat saya mulai, tepat di saat pandemi muncul. Kami membangun tim, ide, dan visi melalui kerja jarak jauh. Salah satu bagian dari itu didasari oleh periode saat kami ingin membangun koneksi dan menciptakan institusi yang bisa terhubung secara emosional dengan komunitas yang kami layani. Begitu kami bisa, kami langsung terjun untuk melihat komunitas, berbicara dengan mereka, dan menanyakan apa yang mereka inginkan dari V&A East Museum ini.”
Komunitas lokal sangat antusias, lanjut Casely-Hayford. Dia menceritakan bagaimana dia bolak-balik ke sekolah-sekolah sekitar Queen Elizabeth Olympic Park untuk berbicara di acara-acara, berinteraksi dengan kelompok kecil di kelas, dan menggali apa yang bisa ditawarkan V&A East untuk penduduk setempat dan lebih luas lagi. Dia menyebutkan aspirasi para pemuda untuk bekerja di ruang kreatif yang sering kali terhalang oleh frustasi akibat minimnya kesempatan, di mana mereka bingung bagaimana cara memasuki industri yang semakin dianggap elit ini.
Di lantai dua, saya bertemu Springer, kurator V&A untuk Africa and Diaspora: Performance, yang memiliki latar belakang di bidang jurnalisme, akademisi, dan kurasi acara. Saya diajak melakukan tur singkat untuk melihat The Music is Black: A British Story, sebuah pameran yang memakan waktu empat tahun untuk disiapkan dan menjelajahi 125 tahun musik kulit hitam di Inggris. Dengan suara pelan, dia menjelaskan bahwa pameran ini disusun dalam empat bagian, diibaratkan seperti vertebra. “Bagian pertama ini menyiapkan vertebra untuk seluruh proyek,” katanya sambil memandu saya melalui pameran tersebut.
Geliat Kreativitas yang Menginspirasi
Pameran ini benar-benar menyelam jauh ke dalam sejarah dan peran komunitas kulit hitam dalam menjadikan musik di Inggris berwarna. Dari jazz, reggae, hingga grime, setiap nada dan irama punya cerita tersendiri. Springer menekankan pentingnya mengakui kontribusi yang sering kali terabaikan ini dan membagikannya dengan generasi mendatang.
V&A East bukan cuma sekedar museum yang menampilkan artefak, tapi juga ruang kolaborasi yang merangkul kreativitas. Ada banyak workshop dan kegiatan interaktif yang akan melibatkan pengunjung dari berbagai kalangan. Jadi, siap-siap aja untuk melukis, menari, atau mungkin bahkan belajar tentang produksi musik di dalam gedung yang keren ini!
Sepertinya, V&A East nyaman banget jadi jembatan antara masa lalu dan masa kini. Dengan desain modern yang menyatu dengan lingkungan sekitar, tempat ini seolah mengajak kita untuk merasakan getaran kreativitas yang dipancarkan dari setiap sudutnya. Seniman dan kreator lokal pasti akan merasa terinspirasi untuk berkolaborasi dan menciptakan karya-karya baru yang merefleksikan identitas mereka.
Jadi, bagi pecinta seni dan budaya, V&A East jadi destinasi wajib yang enggak boleh terlewatkan saat berkunjung ke London. Siapkan diri untuk terhubung dengan sejarah, mengeksplorasi kreativitas, dan menikmati pengalaman yang menginspirasi sepanjang hari. Dengan janji akan lebih banyak pameran menarik dan aktivitas seru ke depannya, V&A East hadir menghidupkan kembali semangat berkesenian yang penuh warna!


